Alternative flash content

Requirements

Get Adobe Flash player

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 43
Wednesday, 25 July 2012 04:24

Penyelenggaraan Reklame

Written by 
Rate this item
(0 votes)
 
 
 

PENYELENGGARAAN REKLAME

a)      Dasar Hukum

Perda nomor 4 tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Reklame.

b)     Pengertian-pengertian

1)      Daerah adalah Kota Tasikmalaya;

2)      Pemerintah  Daerah  adalah  Kepala  Daerah  beserta  Perangkat Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah;

3)      Dewan  Perwakilan  Rakyat  Daerah  adalah  Dewan  Perwakilan  Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya selanjutnya disingkat DPRD;

4)      Walikota adalah Walikota Tasikmalaya;

5)      Pejabat  yang ditunjuk adalah Pejabat  di  lingkungan Pemerintah Daerah yang berwenang dibidang penyelenggaraan reklame dan mendapat pendelegasian wewenang dari Walikota;

6)      Reklame  adalah  benda,  alat,  perbuatan,  atau  media  yang menurut bentuk, susunan dan atau corak ragamnya untuk tujuan komersil  dipergunakan  guna  memperkenalkan  mengajukan, memuji atau mempromosikan suatu barang, jasa seseorang atau badan yang diselenggarakan atau  ditempatkan atau dapat lihat,dibaca dan atau didengar dari  suatu tempat  oleh umum kecuali yang dilakukan oleh Pemerintah;

7)      Penyelenggaraan  reklame  adalah  orang  atau  badan  yang menyelengarakan reklame baik untuk dan atas namanya sendiri atau  untuk  dan  atas  nama  pihak  lain  yang  menjadi tanggungannya;

8)      Pola penyebaran peletakan reklame adalah peta yang dijadikan acuan dan arahan untuk peletakan reklame;

9)      Peletakan reklame adalah  tempat  tertentu dimana titik reklame ditempatkan atau ditempelkan;

10)  Titik  reklame  adalah  tempat  dimana  bidang  reklame  /ditempatkan;

11)  Bidang  reklame  adalah  bagian  atau  muka  reklame  yang dimanfaatkan sebagai  tempat  penyajian gambar  atau kata dari pesan-pesan penyelenggaraan reklame;

12)  Di luar sarana dan prasarana kota adalah bagian ruang kota yang status  pemilikannya  perseorangan  atau  badan  yang pemanfaatannya  sesuai  dengan  peruntukan  yang  ditetapkan dalam rencana kota;

13)  Di  atas bangunan adalah titik reklame yang ditempelkan diatas bangunan atau gedung;

14)  Menempel  pada bangunan adalah titik reklame yang menempel atau menyatu pada bangunan,  baik mempergunakan konstruksi maupun   tidak;

15)  Halaman  adalah  bagian  ruang  terbuka  yang  terdapat  didalam persil;

16)  Bahu jalan atau berm jalan adalah batas antara pagar halaman,dengan trotoar dan atau saluran;

17)  Tinggi reklame adalah jarak antara ambang paling bawah bidang reklame dan permukaan tanah rata-rata atau bidang atap datar atau  plat  beton  dan  sejenisnya  yang  memenuhi  kelayakan konstruksi tempat kedudukan peletakan konstruksi reklame;

18)  Ketinggian  reklame  adalah  jarak  antara  lambang  paling  atas bidang reklame dari permukaan tanah rata-rata atau bidang atap datar atau plat beton dan sejenisnya yang memenuhi  kelayakan konstruksi tempat kedudukan peletakan konstruksi reklame;

19)  Panggung reklame adalah sarana atau tempat pemasangan satu atau beberapa bidang reklame yang diatur  dengan baik dalam suatu  komposisi  yang  estetis,  baik  dari  segi  kepentingan penyelenggara  atau  masyarakat  yang  melihat  maupun keserasiannya  dengan  pemanfaatan  ruang  kota  beserta lingkungan sekitarnya;

20)  Gambar tata letak bangunan yang selanjutnya disingkat gambar TLB  adalah  gambar  rencana  reklame  megatron,  video, megatron/large electronic display dan papan  billboard termasuk jenis  reklame  lainnya  yang  pemasangannya  memerlukan

21)  Konstruksi  dan  menjelaskan  identitas  reklame  secara  teknis mengenai  peletakan,  ukuran,  bentuk,  ketinggian,  estetika  dan serasi dengan lingkungan sekitarnya.

c)      Pola Penyebaran Reklame

1)       Setiap  penyebaran  peletakan  reklame harus  memperhatikan  estetika, keserasian bangunan dan lingkungan sesuai dengan rencana kota;

2)       Pola Penyebaran peletakan Reklame sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini, ditetapkan oleh Walikota ;

3)      Peletakan Reklame sebagaimana dimaksud pada Pasal  (2)  diuraikan menjadi titik-titik  reklame;

4)      Titik  Reklame sebagaimana  dimaksud  ayat  (1)  Pasal  ini,  dinyatakan dalam gambar TLB, ditetapkan oleh Walikota atau pejabat yang ditunjuk;

a.       Gambar  TLB,  hanya diperuntukan bagi  jenis reklame megatron,  vedeo wall  dinamics board dan papan billboard atau bando jalan.

b.      Pola penyebaran peletakan reklame dan peletakan titik reklame  sekurang-kurangnya 1 (satu)  tahun sekali  dilakukan evaluasi  oleh Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk;

c.       Walikota  dapat  menetapkan  penambahan  pola  penyebaran  peletakan reklame sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) sejalan dengan perkembangan penataan kota;

d.      Dalam  hal  terdapat  kendala  pada  saat  penerapan  titik  reklame  di lapangan maka terhadap titik reklame tersebut dapat digeser pada titik di sekitar titik reklame yang telah ditetapkan sepanjang tidak bertentangan dengan batasan teknis.

d)     Kawasan Reklame

Berdasarkan katagori peletakan titik reklame terdapat 4 jenis kawasan di Kota Tasikmalaya :

a)      Kawasan Bebas, yaitu kawasan yang sama sekali tidak diperbolehkan diselenggarakan kegiatan reklame;

b)      Kawasan Khusus, yaitu kawasan dengan karakter/ciri  tertentu yang memiliki  kualitas  lingkungan  dan  arsitektur  bangunan  yang  baik,diperbolehkan diselenggarakan kegiatan reklame dengan menempel dibagian depan bangunan;

c)      Kawasan  Selektif,  yaitu  kawasan  yang  diperbolehkan diselenggarakan kegiatan dan titik reklame terpilih;

d)      Kawasan Umum, yaitu kawasan yang diperbolehkan diselenggarakan kegiatan dan titik reklame di luar huruf b ayat (1) Pasal ini.

e)  Rancang Bangun Reklame

  • Setiap  penyelenggaraan  reklame,  harus  memperhatikan  aspek keindahan, keagamaan, kesopanan, ketertiban, keamanan, kesusilaan dan kesehatan dalam menentukan ukuran, kontruksi dan penyajiannya.
  • Ketentuan mengenai  diatas, ditetapkan oleh Walikota.

 

 

f)  Jenis Reklame

1)      Reklame megatron;

2)      Reklame video wall;

3)      Reklame dinamics wall;

4)      Reklame billboard/bando;

5)      Reklame papan (papan merk, neon sign, timplate baligo);

6)      Reklame kain/spanduk;

7)      Reklame poster/tempelan;

8)      Reklame selebaran/brosur;

9)      Reklame berjalan pada kendaraan;

10)   Reklame udara / balon;

11)   Reklame film/slide;

12)   Reklame peragaan (permanen/tidak permanen);

13)   n . Sponsor .

g)  Penyelenggaraan Reklame

  • Pemilik Reklame atau produk;
  • Perusahaan Jasa periklanan atau biro periklanan.

h)  Penertiban Reklame

1)      Pembayaran pajaknya kurang dari yang seharusnya dibayar;

2)      Tanpa Izin;

3)      Telah berakhir masa izinnya dan tidak diperpanjang;

4)      Terdapat perubahan sehingga tidak sesuai lagi dengan izin yang telah diberikan, antara lain meliputi perubahan izin pesan reklame, ukuran reklame, dan bentuk reklame;

5)      Peletakan  titik  reklamenya  tidak  pada  titik  yang  telah  ditetapkan dalam   gambar TLB;

6)  Konstruksi reklame tidak sesuai dengan IMB yang diterbitkan.

Read 99267 times Last modified on Wednesday, 25 July 2012 04:31

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Realisasi Pendapatan Daerah

VIdeo Launching Percepatan Pajak Tahun 2016

Link Pemerintah